Terapi Medan Listrik Bagi Pengobatan Kanker

Terapi Medan Listrik Bagi Pengobatan Kanker


MESKIPUN masih dalam tahap percobaan (trial) riset eksperimental yang dilakukan dengan menggunakan medan listrik sebagai terapi kanker perlu diberikan perhatian yang serius. Karena, selain logis, metode ini menjanjikan masa depan yang baik dalam perkembangan dunia medis terutama pada penatalaksanaan kanker dengan derajat yang tinggi.

Baca Juga : Sahabatqq.casino Agen Domino 99 dan Poker Online Terbesar Di Asia
https://seoblogger369.joomla.com/44-sahabatqq-casino-agen-domino-99-dan-poker-online-terbesar-di-asiaKanker sebagai salah satu penyebab utama mortalitas di seluruh dunia, saat ini tengah menguras energi para peneliti untuk pengobatan dan penatalaksanaan terbarunya. Pengobatan yang konvensional meliputi pembedahan, kemoterapi dan radioterapi seringkali tidak mencapai hasil yang optimal, sehingga muncul terapi paliatif yang sifatnya hanya untuk meringankan penderitaan para pasien kanker stadium terminal.

Penelitian mengenai medan listrik pertama kali dilakukan oleh Yoram Palti dari Israel, hasilnya adalah daya listrik dengan frekuensi tertentu dapat menghambat proses pembelahan sel-sel kanker dan sekaligus menghentikan pertumbuhan dari kanker itu sendiri. Riset ini dilanjutkan oleh Warsito dari Indonesia hingga saat ini.

Tubuh manusia terdiri atas molekul-molekul yang menghantarkan medan listrik, biasa disebut dengan biolistrik. Pada pembelahan sel-sel tubuh, baik sel normal maupun sel kanker, keduanya membutuhkan "persinyalan" dari medan listrik yang merupakan media komunikasi untuk berkembangnya jaringan (baik jaringan normal maupun kanker).

Intervensi medan listrik sangat kuat pada sel-sel yang sedang mengalami pembelahan, dalam hal ini, sel-sel kanker adalah sel-sel yang sangat aktif untuk terus membelah, terutama pada kanker derajat tinggi (high grade). Oleh karena itu, secara teoritis, gangguan pertumbuhan pada jaringan kanker sangat mungkin untuk diintervensi dengan medan listrik tersebut.

Selain menghambat sel-sel dalam proses pembelahannya, medan listrik juga bersifat menghancurkan sel (lisis) pada proses pembelahan, hal ini terjadi akibat gangguan persinyalan dalam proses pembelahan sel, sehingga dianggap oleh sel hal ini adalah suatu kesalahan, selanjutnya sel akan hancur dengan sendirinya (apoptosis).Arus listrik yang digunakan dapat berupa lempengan (plate) dengan tegangan dan frekuensi tertentu.

Tentunya masih perlu banyak penelitian yang dapat dilakukan untuk memperoleh sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi perkembangan dunia kedokteran. Sudah sepantasnya terobosan ini didukung oleh banyak pihak dan diapresiasi tanpa meninggalkan kaidah-kaidah etika penelitian.

* dr .Reza Aditya Digambiro, M.kes, M.Ked(PA), Sp.PA, pemerhati kesehatan, pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti dan Kepala Pap Smear Center RS Ibnusina Grogol, Jakarta Barat.