KUMPULAN SYAIR DAN NASEHAT IMAM SYAFI’I


Kita semua mengenal bahwa Imam Syafi’I adalah seorang ahli Hadits dan Ahli Fiqih yang tidak kita ragukan lagi kualitas beliau di bidang ini. Namun disisi lain Imam syafi’I memiliki bakat sebagai penyair yang sangat handal. 

Banyak karya-karya Syairnya yang luar biasa dan menginspirasi. Jika saja imam Syafi’I menginginkan dirinya menjadi penyair ternama di masanya, tentu hal itu akan sangat mudah dan terealisasi. Namun beliau lebih cenderung untuk mempelajari Ilmu hadits dan Fiqih.  Itu di tunjukkan dalamsyair-syair berikut ini;

Kalaulah tidak karena
Syair itu dapat merendahkan ulama’
Pastilah hari ini aku
Lebih puistis dari mereka yang piawai
Lebih berani dari segala harimau
Lebih hebat daripada keluarga mahlab, dan
Bani Yazid
Kalaulah tidak
Karena takut pada Ar-Rahman,
Tuhanku…
Maka manusia semua akan menjadi
Abdi bagiku….

Walaupun demikian, ImamSyafi’I masih meninggalkan banyak syair-syair yang Indah dan menggetarkan hati kita semua.  Berikut ini adalah beberapa kumpulansyair dan Nasehat Imam Syafi’i yang dapat membuat kita terpesona..

Yang memecah kebisuan

Setelah lama membisu, dinar itu membuatnya bersuara
Begitu pula manusia-manusia yang lalu membisu, juga bersuara
Mereka tidak bersimpati kepada seseorang dengan keutamaan
Tak kenal perbuatan terhormat tetap berada 

Berteman dengan kesendirian
Syafi’I berkata:
“ Andai untuk kami, anjing-anjing itu jadi tetangga
Andai kita tak lihat, seseorang yang sedang tampak
Sungguh anjing-anjing itu tenang di tempat kami
Dan manusia, selamanya bukan penunjuk kekejian mereka
Maka,
Pergilah bersama dirimu, dan bertemanlah dengan kesendirian
Kan tetap jadi bahagia walau hanya sendiri saja.”


Sia-Siakan Ilmu

Duhai…
Akankah kutebar butiran manic di tengah penggembala kenikmatan
Dan kususun bait-bait syair untuk penggembala kambing..?
Ooh…, sumpahku
Jikalah tersiakan suatu negeri dalam kekejian
Maka bukanlah daku yang menyiakan hukum diantara mereka
Maka jika Allah lapangkan impian dengan kelembutan
Tanpa disangka, kutemui penyandang ilmu dan kebijakan
Kutebar kebaikan, kurengkuh kasih saying mereka
Jikalah tidak, kan tetap tersimpan pada diri dan mereka terdiam
Barang siapa yang member Ilmu pada para pander, kan tersiakan
Dan barang siapa melarang yang lurus, sungguh telah ia zhalim


Ridha dengan takdir

Biarkanlah hari-hari ini berbuat sekehendaknya
Tuluskan jiwa dikala takdir telah berbicara
Jangan terlalu gundah dengan peristiwa-peristiwa malam
Tidak akan kekal kejadian-kejadian di dunia
Jadilah pribadi tegar di depan tekanan
Jadikan kelegaan, kepercayaan dan keikhlasan sebagai penghias diri
Barangsiapa kematian hadir di hadapanya
Tidak bumi, tidak pula langit kan mencegahnya
Bumi Allah nan luas
Di kala qadha-Nya tiba, angkasapun menyempit
Biarkanlah hari demi hari berlalu tiap waktu
Apapun takkan obati kematian

Qana’ah

Jika dalam dirimu tak ada qana’ah menerima bagian
Maka engkau dan penguasa bumi ini tak ada beda

Kedermawanan

Jika aib dirimu menggunung
Berharap rahasia diri tertutup hijab
Jadikan kedermawanan sebagai tirai
Segala aib kan tertutup olehnya
Jangan kau harap derma dari yang kikir
Dalam nyala api, tak ada air bagi yang haus

Rintihan di malam hari

Tergetar tubuhku dengan lantunan do’a
Kamu tak tahu apa makna darinya
Kegelapan malam tak berlaju, namun…
Ia mempunyai masa, dan masapun ahirnya berlalu

Renungan

Di tengah belantara, harimau terkapar kelaparan
Daging kijang disantap serigala-serigala
Seorang hamba …
Terkadang tidur berselimut sutra
Berdarah ningrat namun beralaskan tanah

Peringatan kematian

Nikmatkah hidup ini …
Setelah segala yang fana terlepas
Ubanpun telah menyala
Semir juga tiada guna
Ketika tubuh semakin renta, rambut telah memutih
Mungkinkah meraih kenikmatan, di hari-hari yang mulai suram
Tanggalkan segala keburukan dari dirimu
Haram bagi jiwa bertaqwa tuk melakukanya

Zakat Jabatan

Tunaikanlah hak atas kedudukan
Ketahuilah bahwasanya ia
Laksana zakat maal yang telah sampai nishab
Berbuat baiklah pada mereka yang kau kuasai dirinya
Sebaik-baik perdagangan adalah kemuliaan yang kau lakukan

Dunia hanya fatamorgana

Siapakah yang mencicipi dunia, sungguh aku telah merasakanya
Telah kurengkuh manis dan getir siksanya
Aku tak melihatnya kecuali tipuan yang nista
Bagai terkecoh memandang di atas hamparan fatamorgana
Dunia hanyalah bangkai yang tak mungkin
Serigala-serigala mendekat tuk menyantap
Jika kau jauhi, penghuninya memberimu salam penghormatan
Jika kau bersemangat menggapainya, para serigala kan ikut merebut
Berbahagialah bagi jiwa yang peka
Mengingat hakikat dunia yang fana

Bodoh

Jika orang bodoh bicara, tak usahlah dijawab
Sebaik-baik jawaban baginya adalah diam
Kalimatnya menyibak, siapa dirinya
Sangat menyedihkan andai nalarnya telah mati
Dengan segala kejelekan kata
Kepadaku sang pandir  menyapa mengajakku bicara
Namun akupun enggan tuk menjawabnya
Bertambahlah kebodohanya dan akupun bertambah bijak
Bagai gaharu yang bertambah harum karena panas bara



Kaya hati

Kekayaan bukan apa yang ada di tangan semua manusia
Tidaklah kekayaan itu kecuali sesuatu yang ada dalam jiwa

Maafkan dan rengkuh hatinya
Ketika aku memaafkan
Tak kusimpan dendam terhadap siapapun
Aku melihat musuhku di hadapanku
Lalu aku menangkis keburukanya dengan ucapan selamat

Pasrah
Aku berserah ketika Allah kehendaki satu hal
Maka ……
Kutinggalkan yang kuinginkan demi yang Dia kehendaki

Waspadai heningnya malam

Sungguh baik prasangkamu dengan hari-hari ketika tenteram
Tak takut engkau pada apa yang dibawa sang takdir
Malam-malam berdamai denganmu, namun engkaupun tertipu
Ketika heningnya malam menebar kericuhan.

Teman dikala derita

Teman yang tak berguna di hari-hari suram
Nyaris pantas disamakan dengan sang musuh
Tidaklah sepanjang perjalanan masa, ada seorang teman
Dan mereka para saudara adalah pelipur lara
Kuperbaiki hari-hariku dengan sarana kesungguhanku
Maka seorang saudara terpercaya
Mengalihkan perhatianku pada permohonan
Aku merasa asing dengan negeri ini, juga penghuninya
Seakan mereka bukanlah manusia

Andai cintamu sejati

Kau durhakai Tuhanm, namun kau juga tampakkan cintamu
Ini mustahil di dalam akal sehat
Andai cintamu itu sejati, pasti kau buktikan dengan taat kepada_Nya
Sesungguhnya orang yang mencintai akan patuh dengan apa yang dicinta


Ditulis Oleh : Ruddin Noe ~Ruddin Noe Berbagi

Muh.Akram Anda sedang membaca artikel berjudul KUMPULAN SYAIR DAN NASEHAT IMAM SYAFI’I yang ditulis oleh Ruddin Noe Berbagi yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Blog, Updated at: 00.33

1 komentar:

  1. Ini Merupakan Trik Untuk Menjadi Smartfren Sekenceng F1
    http://goo.gl/XaZMH

    BalasHapus